5 Tips Memilih Domain yang Cocok untuk Lapak Online Anda

Satu hal yang sangat penting sebelum Anda membuat website adalah menentukan domain dan hosting. Keduanya ialah poin utama yang mesti ditentukan ketika Anda akan membuat lapak online berupa situs web.

Apa Beda Domain dan Hosting?

Domain adalah alamat dari website Anda. Ibaratnya rumah, domain adalah nama jalan di mana lokasi tempat tinggal Anda berada.

Kemudian, hosting adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan seluruh data website Anda. Hosting bisa dianalogikan sebagai kaveling atau lahan di mana rumah Anda bakal dibangun.

Berbeda dengan hosting, domain terdiri atas nama domain serta ekstensi dari domain. Apa beda keduanya? Lihat contoh berikut ini:

domain adalah wikipedia

Misalnya Anda datang ke alamat situs web: Arsip.co. Nama domain adalah Arsip, sedangkan ekstensi domainnya ialah .co.

Selain ekstensi, domain juga punya beberapa level. Tepatnya ada 3 level dari domain yang bisa Anda pilih. Ketiga level tersebut, yaitu:

  • Top Level Domain (TLD)
  • Second Level Domain (SLD)
  • Third Level Domain atau Subdomain

Untuk lebih memahami beda ketiga level domain, perhatikan contoh berikut ini:

Misalnya nama website adalah Arsip.co

  • Top Level Domain: .co
  • Second Level Domain: Arsip
  • Subdomain: blog.arsip.co

Bagaimana, mudah dipahami, bukan?

Tips Memilih Domain

Setelah memahami domain, sekarang saatnya menentukan domain seperti apa yang dibutuhkan untuk website bisnis Anda. Simak tips berikut ini untuk dapat menyiapkan domain yang paling cocok buat Anda.

1. Kenali Tujuan Website

Tujuan akan menentukan seperti apa nama domain yang tepat untuk website Anda. Situs web bisnis tentu akan lebih tepat jika menggunakan nama perusahaan.

Lain halnya bila situs web akan dimanfaatkan untuk portofolio pribadi maka nama Anda sendiri akan menjadi nama domain yang tepat.

Jika ide belum didapat, sah saja untuk mencari referensi dari website dengan produk atau jenis usaha yang sejenis dengan yang Anda kelola.

Jangan terlalu meniru, karena kalau calon target market Anda salah ketik ekstensi domain, bisa saja mereka berakhir ke situs web kompetitor.

2. Pikirkan Nama yang Menarik

domain expired

Nama yang menarik akan membantu calon pengunjung mengingat situs web Anda. Nama ini bisa Anda buat dari ciri khas, brand, atau karakteristik yang paling menonjol dari produk yang ditawarkan.

Misalnya untuk situs web produk kosmetik, Anda dapat menggunakan nama yang mengingatkan calon audiens mengenai pentingnya menjaga penampilan.

Untuk mempermudah Anda menemukan nama yang menarik, buatlah daftar karakteristik atau keunggulan produk. Nantinya, Anda akan menemukan ide dari deretan kata-kata yang berkaitan dengan produk tersebut.

3. Batasi Panjang Karakter

Domain sudah menarik, tetapi kelewat panjang pun bukan hal yang baik. Pasalnya, ada lebih banyak kemungkinan salah pengetikan nama domain di sana.

Meski cocok dengan karakter produk Anda, tetaplah mempertimbangkan kemudahan penulisan nama domain. Untuk itu, batasi jumlah karakter yang digunakan sebagai nama domain. Idealnya, domain tidak lebih dari 10 karakter.

4. Gunakan Ekstensi yang Sesuai dengan Tujuan Website

Memilih ekstensi juga merupakan hal yang tidak kalah urgen dari menentukan nama domain. Ekstensi domain perlu disesuaikan dengan karakter bisnis yang Anda kelola.

Ekstensi domain terpopuler memang masih .com. Akan tetapi, untuk website bisnis Anda boleh memilih .shop, .store, dan sejenisnya.

Ada sangat banyak pilihan ekstensi domain yang spesifik untuk setiap jenis website, kok.

5. Pastikan Website Mudah Diingat

Punya domain yang menarik, tetapi susah diingat? Hati-hati, ini bisa merugikan Anda. Akan sangat baik untuk memilih nama domain yang mudah diingat, selain menarik dan representatif terhadapĀ  bisnis Anda.

Selain kelima tips di atas, ada satu lagi poin penting yang mesti Anda ingat tatkala akan membuat website. Pilihlah layanan penyedia domain dan hosting yang tepercaya dan mampu memberikan support untuk Anda.