4 Tipe Keyword yang Perlu Anda Ketahui

Trafik yang tinggi adalah salah satu hal yang diidamkan semua narablog, termasuk pemilik lapak daring yang berbekal situs web sebagai tokonya. Memancing trafik bukan perkara mudah. Apalagi bila Anda belum familier dengan tipe-tipe kata kunci atau keyword.

Tidak sedikit narablog yang salah memilih keyword atau malah membuat artikelnya menjadi spam lantaran terlalu banyak menyelipkan kata kunci yang tidak natural di mata Google. Padahal, artikel yang natural adalah yang  membuat pembaca betah berlama-lama di situs web Anda.

Lantas, bagaimana cara untuk dapat menemukan kata kunci yang tepat? Untuk bisa menjawabnya, pertama-tama Anda mesti mengetahui dulu tipe-tipe kata kunci.

Tipe Kata Kunci

Ada yang berpendapat bahwa kata kunci pada hakikatnya semua sama saja, padahal ini tidak sepenuhnya benar. Faktanya, terdapat beberapa tipe kata kunci yang pembedanya didasarkan pada tingkat kompetisinya.

1. Kata Kunci yang Kekal

keyword density

Kata kunci dikatakan kekal lantaran setiap waktu pasti ada saja yang akan mencarinya. Biasanya yang termasuk ke dalam kategori abadi ini adalah kata kunci terkait informasi yang kerap dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kata kunci yang sifatnya kekal, yaitu:

  • Resep sarapan anak
  • Obat diare alami
  • Contoh lamaran kerja

Ketiga contoh tadi punya kemungkinan besar untuk terus dicari karena hampir setiap orang membutuhkan informasi tersebut.

2. Kata Kunci Musiman

Berbeda dari kata kunci yang sifatnya abadi, kali ini keyword justru hanya dicari pada momen tertentu. Setelah momen tersebut lewat, maka kata kunci ini bisa dikatakan basi atau tidak banyak dicari lagi.

Beberapa contoh kata kunci yang sifatnya musiman, yaitu:

  • Jadwal tayang film Finding Nemo
  • Hasil pertandingan badminton Vietnam vs Indonesia

Keduanya memang banyak dicari ketika peristiwanya baru terjadi. Akan tetapi, lewat beberapa minggu atau bulan saja, informasi ini akan minim pencarian. Artinya, kalau Anda punya minat untuk menuliskan terkait keyword musiman, waktu penayangan artikel yang tepat tidak boleh terlewat.

3. Kata Kunci Pendek (Short Keyword)

Sesuai julukannya, kata kunci pendek umumnya terdiri dari satu hingga dua kata. Kata kunci seperti ini punya tingkat persaingan yang tinggi. Artinya, pencarian kata kunci pendek relatif lebih banyak ketimbang tipe kata kunci lainnya.

Sebagai contoh, inilah beberapa kata kunci pendek, yaitu:

  • Rumah murah
  • Resep MPASI
  • Lowongan kerja

Ketiga contoh di atas punya tingkat pencarian yang sangat tinggi. Bila Anda berminat untuk menulis artikel berbekal kata kunci pendek semacam ini, konten yang dibuat harus sangat berbobot ketimbang yang lain.

4. Kata Kunci Panjang (Long Tailed Keyword)

bagaimana cara menulis artikel

Jika ada kata kunci yang pendek, inilah versi panjangnya. Kata kunci sejenis ini tingkat kompetisinya lebih rendah, mengingat keyword semacam ini digunakan untuk mencari informasi yang sangat spesifik.

Beberapa contohnya, yaitu:

  • Resep MPASI untuk bayi alergi
  • Lowongan kerja admin medsos

Seperti Anda lihat, kedua contoh di atas merupakan kata kunci yang tadinya pendek kemudian ditambahkan dengan beberapa kata agar menjadi lebih spesifik.

Setelah mengetahui tipe-tipe kata kunci, sekarang Anda dapat mulai menentukan keyword apa yang hendak digunakan. Kalau page one Google adalah yang Anda incar, maka sebagai rekomendasi, akan lebih baik untuk mulai menggunakan kata kunci panjang terlebih dulu.

Namun, sebaliknya kalau Anda mau melakukan riset lebih mendalam, bukan hal yang mustahil untuk memenangkan posisi halaman pertama berbekal kata kunci pendek. Poin terpenting dari artikel yang bermutu adalah konten yang bermanfaat bagi pengunjung situs Anda.